1. Waktu Pendirian
KAMMI didirikan di
Malang pada tanggal 1 Dzulhijjah 1418 H bertepatan dengan 29 Maret 1998
M, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
2. Azas dan Sifat
KAMMI berasaskan Islam; Organisasi ini bersifat terbuka dan independen.
3. Status, Identitas dan Peran
KAMMI adalah
organisasi kemasyarakatan yang menghimpun mahasiswa muslim seluruh
indonesia secara lintas sektoral, suku, ras dan golongan. KAMMI
menghimpun segenap mahasiswa muslim Indonesia yang bersedia bekerjasama
membangun negara dan bangsa Indonesia.
KAMMI berperan
sebagai wadah dan mitra bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menegakan
keadilan dan kebenaran dalam wadah negara hukum Indonesia melalui
tahapan pembangunan nasional yang sehat dan bertanggung jawab.
KAMMI mengambil
peran sebagai mitra bagi masyarakat dalam upaya-upaya pembangunan
masyarakat sipil, demokrasi dan pembangunan kesatuan/persaudaraan ummat
dan bangsa melalui pendampingan/advokasi sosial, kritis/kontruktif
terhadap kebijakan negara yang memarginalkan masyarakat.
4. Landasan Gerakan KAMMI
Landasan idiologi : Islam
Landasan kontitusional : AD/ART
5. Potret Dinamika KAMMI
Di awal
pendiriannya, KAMMI merupakan sebuah jaringan aksi. Setelah tumbangnya
rezimentasi Suharto, KAMMI mengalami perubahan format/bentuk pergerakan
menjadi sebuah organisasi masyarakat kemahasiswaan ekstra kampus.Hal ini
merespons tuntutan di masyarakat akan perlunya wadah bagi pembangunan
kepemimpinan di kalangan pemuda terutama mahasiswa.Sejak pendiriannya,
KAMMI sudah melakukan 5 (lima) kali Muktamar sebagai forum musyawarah
tertinggi organisasi. Dinamika organisasi juga ditandai dengan
berkembangnya/berdirinya KAMMI di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian/concern bagi aktifitas KAMMI:
- Aspek pembangunan SDM / kaderisasi
Kaderisasi dalam
organisasi ibarat menyiapkan kelangsungan hidup/continuity organisasi.
Merupakan upaya pembangunan karakteristik ke-Islaman, akidah, akhlaqul
karimah, kepemimpinan dan intelektual. Dalam aspek ini meliputi
aktifitas rekruitmen, pelatihan berjenjang, up-grading,kursus-kursus dan
pembelajaran kepemimpinan baik di dalam organisasi maupun di luar
organisasi. Hingga saat ini sudah ada riibuan kader yang telah direkrut
dan kemudian sebagian besar kader menjadi pemimpin-pemimpin mahasiswa
diberbagai lembaga-lembaga intra kampus maupun ekstra kampus.
- Aspek Kebijakan Publik dan Intelektualitas
Merupakan aspek
pengkritisan terhadap kebijakan-kebijakan negara atas masyarakat, kajian
terhadap fenomena masyarakat pada skala lokal, nasional dan global.
Kajian dan kritisi merupakan langkah awal untuk melakukan gerakan
perubahan menuju perbaikan dan advokasi politik. Aspek ini meliputi
telaah kebijakan-kebijakan pemerintahan, penerbitan-penerbitan hasil
kritisi kebijakan maupun kontemplasi pemikiran dan pembangunan jaringan
ummat pada beragam skala wilayah dan sosial. Pada aspek ini, agenda
gerakan mahasiswa ditujukan sebagai pematangan kepemimpinan politik
kafer,dan sumbangsih bagi perubahan bangsa.
- Aspek Sosial Masyarakat
Beragam
problem-problem sosial ada di sekitar kita; kemiskinan, keterbelakangan,
kriminalitas, kualitas hidup yang rendah, bencana alam dan sebagainya.
Problem ini menimbulkan kelemahan dan kerawanan sosial dan bahkan bisa
mengancam daya tahan sebuah bangsa. Kepedulian KAMMI diwujudkan dalam
bentuk pendampingan/advokasi masyarakat marginal, pendidikan masyarakat
lemah, penanganan bencana alam,dan sebagai mitra bagi pemerintah dan
organisasi lain untuk bersama mencari solusi atas problem sosial dan
budaya.
- Aspek Ekonomi
Sejumlah kader
yang tersebar dalam 43 daerah/jaringan di seluruh Indonesia merupakan
potensi ekonmi yang besar. Terlepas dari itu, bahwa pembangunan
enterpreneurship dan ruang usaha/ekonomi adalah hal yang sangat penting
untuk saat ini ke depan, terutama bagi generasi muda. Aspek ini
diwujudkan dengan adanya gerakan Koperasi sebagai gerakan ekonomi KAMMI,
pembangunan jaringan usaha baik lokal, nasional dan regional.
- Aspek Hubungan Masyarakat
Perkembangan
masyarakat semakin menuntut kecepatan transformasi informasi dan
komunikasi. Dan hal ini sangat besar pengaruhnya bagi pembangunan
interrelasi manusia baik secara individu maupun kolektif. Aspek ini
menekankan pada pembangunan relasi antar inpidu dan institusi baik pada
skala nasional maupun global.
- Aspek Pembangunan Kemuslimahan/Kewanitaan
Masih belum terbangunnya daya gerak dan daya dukung kalangan perempuan (muslimah) telah
melahirkan distorsi peran dan psosisi strategis kalangan muslimah dalam
pembangunan. Faktor politik, sosial dan budaya yang masih pragmatif,
feodal dan liberal telah melahirkan ketidakadilan yang meluas di
kalangan wanita. Karena itu pembangunan aspek kemuslimahan ditujukan
bagi terbangunnya keberdayaan peran muslimah di segala aspejk kehidupan.
diunggah dari: http://www.kammisemarang.or.id/p/profil-kammi.html
diunggah dari: http://www.kammisemarang.or.id/p/profil-kammi.html

0 komentar :
Posting Komentar