Indonesia Menganut Triaskoruptika

Dalam sosialisasi dan Bimbingan teksnis pelaksanaan tugas Dewan Kehormatan Penyelenggara pemilu Republik Indonesia (red: DKPP RI) di hotel Kapuas Palace sore kemarin yang dihadiri ketua umum KAMMI Wilayah Kalbar Abdul Jabbar, Profesor Jimli Asidiqi memberikan orasinya sekaligus membuka acara. Acara ini akan berlangsung dari tanggal 15-17 november 2013.


Ada pernyataan yang membuat seisi ruangan tersebut tertawa menggelegar. Peryataan tersebut adalah negara Indonesia kini memegang triaskoruptika, legislatif, eksekutif dan eksekutif semuanya pake tips. Sepertinya korupsi merupakan suatu kelaziman di negeri ini, tukasnya. Namu beliau mnyampaikan bahwa harapan itu masih ada. Kita patut bertrimakasih kepada habibi, gusdur dan megawati sebagai mantan-mantan presiden  RI. Oleh karena merekalah, tertancap sebuah kata yang saat ini kita sebut dengan demokrasi. Barulah di Era SBY kita serasa keblinger dengan sistem ini. Dengan masa uji coba 2 priode kepemimpinan menjadi loncatan keprematuran demokrasi. Sehingga 2014 merupakan tahapan yang kita sebut dengan konsolidasi demokrasi atau menyusun ulang strategi demi kemaslahatan bangsa.

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar